kisah ini merupakan penjelasan dari posan pertama ku "dengan Dia"
kala itu usia ku 17 tahun "sudah punya ktp" dan sudah bebas dalam memilih atau menentukan sesuatu menurut cara pandang hukum.
aku di besarkan dalam keluarga Kristen, dibesarkan dalam keluarga kristen tidak serta merta dapat membuat ku memahami tentang keselamatan.
yah..bicara tentang keselamatan berbicara tentang anugerah.
waktu yang terud berjalan mengahantarkan aku pada sebuah peristiwa yang IA ijinkan terjadi, dan yang telah IA tentukan sejak semula.
seorang kakak yg sangat aku kagumi saat itu pulang kampung (karna dia harus menuntut ilmu dikota yang jauh) dan waktu itu tepat moment natalan yang notabene anak perantau pada pulang kampung.
yah bukan suatu kebetulan ia di kirim jauh disana satu hal yg telah IA rencanakan bahwa kakak ku menjadi perantara untuk menyampaikan kabar suka cita itu padaku.
cerita singkat yg kami mulai saat itu menimbulkan banyak tanya dalam hati ku. singkat perbincangannya seperti ini (masih terekam jelas dalam ingatan ku)
kakak : " dek, nanti kalau mati kamu masuk surga atau neraka?"
aku :"gk tau lah kak, tergantung dosa ku nantilah itu"
kakak : "kalau kakak sudah pasti msuk surga dk"
aku : " koo bisa?"
kakak : " ia karna aku sudah mengimani Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat ku pribadi"
aku : " maksudnya kak ?"
kakak : "cerita nya kenapa Yesus harus mati dikayu salib? itu karna untuk menebus dosa kita, dan orang yang mau percaya dengan pengorbanannya dan mengimani nya, dosa2 nya sudah lunas dibayar dan dia otomatis sudah masuk surga nanti nya kalau dia meninggal "
aku : " semudah itu ?"
kakak : "ia"
aku "***???****"
yahh itu singkat cerita kisah ttg aku mendengar Inzil. dan pada saat itu aku tidak percaya dan merasa itu semua gk mungkin.
dan kisah nya berlanjut pada pencarian ku tentang kabar baik itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar